بِــــــسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيـــمِ

SELAMAT DATANG

SELAMAT DATANG DI STIKOM MUHAMMADIYAH BATAM - RAIH MASA DEPANMU BERSAMA STIKOM MUHAMMADIYAH BATAM - TERDEPAN - MODEREN - DAN - ISLAMI, - KALAU ADA KRITIKAN YANG MEMBANGUN SILAKAN DIKIRIMKAN KE KAMI - DAN TERIMAKASIH ATAS KUNJUNGAN ANDA

RUKUN ISLAM

RUKUN ISLAM : 1. DUAKALIMAH SYAHADAT, 2. SHOLAT, 3. PUASA, 4. ZAKAT, 5. NAIK HAJI

RUKUN IMAN : 1. PERCAYA KEPADA ALLAH, 2. PERCAYA KEPADA MALAIKAT, 3. PERCAYA KEPADA KITAB ALLAH, 4. PERCAYA KEPADA NABI DAN RASUL ALLAH, 5. PERCAYA KEPADA HARI AKHIRAT, 6. PERCAYA KEPADA QODHA & QHADAR ALLAH

PILIH MENU

Jumat, 01 Mei 2015

MACAM MACAM ROH



9 JENIS ROH

Menurut ilmu batin pada diri manusia terdapat sembilan jenis Roh. Masing-masing roh mempunyai fungsi sendiri-sendiri. Ke sembilan macam roh yang ada pada manusia itu adalah sebagai berikut :

1. Roh Idofi :
Adalah roh yang sangat utama bagi manusia. Roh Idofi juga disebut "JOHAR AWAL SUCI", karena roh inilah maka manusia dapat hidup. Bila roh tersebut keluar dari raga, maka manusia yang bersangkutan akan mati. Roh ini sering disebut "NYAWA". Roh Idofi merupakan sumber dari roh-roh lainnyapun akan turut serta. Tetapi sebaliknya kalau salah satu roh yang keluar dari raga, maka roh Idofi tetap akan tinggal di dalam jasad. Dan manusia itu tetap hidup. Bagi mereka yang sudah sampai pada irodat Allah atau kebatinan tinggi, tentu akan bisa menjumpai roh ini dengan penglihatannya. Dan ujudnya mirip diri sendiri, baik rupa maupun suara serta segala sesuatunya. Bagai berdiri di depan cermin. Meskipun roh-roh yang lain juga demikian, tetapi kita dapat membedakannya dengan roh yang satu ini. Alamnya roh idofi berupa nur terang benderang dan rasanya sejuk tenteram (bukan dingin). Tentu saja kita dapat menjumpainya bila sudah mencapai tingkat "INSAN KAMIL".

2. Roh Rabani :
Roh yang dikuasai dan diperintah oleh roh idofi. Alamnya roh ini ada dalam cahaya kuning diam tak bergerak. Bila kita berhasil menjumpainya maka kita tak mempunyai kehendak apa-apa. Hatipun terasa tenteram. Tubuh tak merasakan apa-apa.

3. Roh Rohani :
Roh inipun juga dikuasai oleh roh idofi. Karena adanya roh Rohani ini, maka manusia memiliki kehendak dua rupa. Kadang-kadang suka sesuatu, tetapi di lain waktu ia tak menyukainya. Roh ini mempengaruhi perbuatan baik dan perbuatan buruk. Roh inilah yang menepati pada 4 jenis nafsu, yaitu :
·» Nafsu Luwamah (aluamah)
·» Nafsu Amarah
·» Nafsu Supiyah
·» Nafsu Mulhamah (Mutmainah)
Kalau manusia ditinggalkan oleh roh rohani ini, maka manusia itu tidak mempunyai nafsu lagi, sebab semua nafsu manusia itu roh rohani yang mengendalikannya. Maka, kalau manusia sudah bisa mengendalikan roh rohani ini dengan baik, ia akan hidup dalam kemuliaan. Roh rohani ini sifatnya selalu mengikuti penglihatan yang melihat. Di mana pandangan kita tempatkan, di situ roh rohani berada. Sebelum kita dapat menjumpainya, terlebih dulu kita akan melihat bermacam-macam cahaya bagai kunang-kunang. Setelah cahaya-cahaya ini menghilang, barulah muncul roh rohani itu.

4. Roh Nurani :
Roh ini di bawah pengaruh roh-roh Idofi. Roh Nurani ini mempunyai pembawa sifat terang. Karena adanya roh ini menjadikan manusia yang bersangkutan jadi terang hatinya. Kalau Roh Nurani meninggalkan tubuh maka orang tersebut hatinya menjadi gelap dan gelap fikirannya.
Roh Nurani ini hanya menguasai nafsu Mutmainah saja. Maka bila manusia ditunggui Roh Nurani maka nafsu Mutmainahnya akan menonjol, mengalahkan nafsu-nafsu lainnya.
Hati orang itu jadi tenteram, perilakunyapun baik dan terpuji. Air mukanya bercahaya, tidak banyak bicara, tidak ragu-ragu dalam menghadapi segala sesuatu, tidak protes bila ditimpa kesusahan. Suka, sedih, bahagia dan menderita dipandang sama.

5. Roh Kudus (Roh Suci):
Roh yang di bawah kekuasaan Roh Idofi juga. Roh ini mempengaruhi orang yang bersangkutan mau memberi pertolongan kepada sesama manusia, mempengaruhi berbuat kebajikan dan mempengaruhi berbuat ibadah sesuai dengan kepercayaan yang dianutnya.

6. Roh Rahmani :
Roh di bawah kekuasaan roh idofi pula. Roh ini juga disebut Roh Pemurah. Karena diambil dari kata "Rahman" yang artinya pemurah. Roh ini mempengaruhi manusia bersifat sosial, suka memberi.

7. Roh Jasmani :
Roh yang juga di bawah kekuasaan Roh Idofi. Roh ini menguasai seluruh darah dan urat syaraf manusia. Karena adanya roh jasmani ini maka manusia dapat merasakan adanya rasa sakit, lesu, lelah, segar dan lain-lainnya. Bila Roh ini keluar dari tubuh, maka ditusuk jarumpun tubuh tidak terasa sakit. Kalau kita berhasil menjumpainya, maka ujudnya akan sama dengan kita, hanya berwarna merah.
Roh jasmani ini menguasai nafsu amarah dan nafsu hewani. Nafsu hewani ini memiliki sifat dan kegemaran seperti binatang, misalnya: malas, suka setubuh, serakah, mau menang sendiri dan lain sebagainya.

8. Roh Nabati :
Ialah roh yang mengendalikan perkembangan dan pertumbuhan badan. Roh ini juga di bawah kekuasaan Roh Idofi.

9. Roh Rewani :
Ialah roh yang menjaga raga kita. Bila Roh Rewani keluar dari tubuh maka orang yang bersangkutan akan tidur. Bila masuk ke tubuh orang akan terjaga. Bila orang tidur bermimpi dengan arwah seseorang, maka roh rewani dari orang bermimpi itulah yang menjumpainya. Jadi mimpi itu hasil kerja roh rewani yang mengendalikan otak manusia. Roh Rewani ini juga di bawah kekuasaan Roh Idofi. Jadi kepergian Roh Rewani dan kehadirannya kembali diatur oleh Roh Idofi. Demikian juga roh-roh lainnya dalam tubuh, sangat dekat hubungannya dengan Roh Idofi..

Kamis, 23 April 2015

IBLIS



U



Salam damai duhai Azazil.

Rahasia tawajjuh adam dan iblis sebelum masuk surga

Dalam Kitab at-Tawasin karya besar Mansur al-Hallaj:

ALLOH bertanya pada Iblis,”Mengapa kau enggan bersujud pada Adam ?”,
Iblis menjawab,”Tiada yang patut kuagungkan selain Diri-Mu”.

ALLOH bertanya balik,”Kendati kau akan menerima kutukan-Ku ?”.
Iblis menjawab,”Tidak mengapa, karena hasrat hatiku tak sudi condong pada yang lain. Hamba hanyalah an pecinta nan abadi”.

Kemudian Iblis bersyair: “Kendati Kau membakarku dengan Api Suci-Mu yang menyala-nyala untuk selamanya,aku tak akan pernah sudi tunduk pada kesadaran ego (manusiawi), pernyataanku berasal dari hati yang tulus,dalam Cinta aku berjaya, bagaimana tidak ?”

Iblis melanjutkan syairnya: “Sesungguhnya tiada jarak yang memisahkan Dikau denganku, ketika tujuan tercapai, kedekatan dan jarak adalah satu/kendati aku ditinggal derita,keadaan itu akan menjadi karibku, jika Kasih itu satu, bagaimana kita bisa berpisah ?

Dalam kemurnian yang mutlak, Diri-Mu kuagungkan, bagi seorang hamba dengan hati yang benar, bagaimana dia menyembah sesuatu selain Dikau ?”.
Ribuan kali, ALLOH memerintahkan Iblis bersujud, tunduk!, tetapi dia tetap enggan,lalu ia bersyair: “Duh Gusti, segala sesuatu termasuk diriku ini adalah milik-Mu.

Kau telah memberikanku pilihan, namun Kau telah menentukan pilihan-Mu bagiku, jika Kau melarangku dari bersujud, Kau adalah Pelarang, jika aku salah paham, jangan Kau tinggalkan daku, jika Kau menginginkanku bersujud dihadapannya, hamba patuh, namun tak seorangpun lebih mengetahui tentang Maksud-Mu selain Nuraniku ini”
Atas penolakannya, ALLOH menganugerahkan “A highest gift” pada Iblis berupa kutukan dan penderitaan. Dengan penuh ketenangan, tanpa bertanya lagi, tanpa mengeluh, ia menerima Anugerah-Nya yang Tertinggi, sekaligus terberat.

Sang Kekasih bertanya,” Tidakkah kau menolak Anugerah-Ku ?”. Iblis, sang pencinta sejati menjawab,”Dalam Cinta di sana ada penderitaan, di sana pula ada kesetiaan, dengan begitu, seorang pencinta menjadi sepenuhnya matang, berkat kelembutan dan keadilan Sang Kekasih.”
Pengakuan Iblis yang mengatakan bahwa ia terbuat dari api dan Adam dari tanah, sehingga ia enggan bersujud, sangat simbolik. Seorang Iblis, dengan “Kesedaran nan ikhlas pada TUHAN nya”-nya mustahil mempermasalahkan hal-hal fisik jasadi semacam itu.
Melalui cermin Iblis, sebetulnya ALLOH sedang mengajarkan manusia tentang bahaya ego dan kesombongan akibat kesadaran rendah, di sisi lain Dia mengajari para malaikat tentang tauhid murni atas pegangan Iblis.
Di sisi lain lagi, melalui para malaikat, Dia mengajarkan kesholehan pada manusia. Alhasil, sesungguhnya Iblis merupakan Guru yang mengajarkan kesholehan pada para malaikat dan para malaikat mengajarkan kesholehan itu pada manusia. Pada saat yang sama, Iblis mempertunjukkan jalan keburukan pada manusia, agar manusia menghindarinya. Tampak bertentangan, ibarat kain bagus yang ditenun di atas bahan kasar.
Dengan kata lain, “ barang siapa tidak mengenal kan maksiat, tidak akan mengenal kesucian”.Inilah pengkajian berlawanan menurut Hallaj.
Lelucon Ilahi ini penuh makna, ibarat keindahan, watak penyamaran. Bersujud kepada Adam bukanlah perintah, melainkan ujian, demikian tahkik Keputusan Iblis mengetahui hal ini melalui bisikan-Nya lewat Nuraninya.

Al-Hallaj mengakui iblis sebagai kenyataan sejati, begitu pula “Muhammad”, simbolik bagi para Nabi, Kristus, Avatar,Buddha,Wali. Mereka adalah peringkat tajali Ilahi.
Sebagaimana iblis, Kanjeng Nabi Muhammad pernah mengalami uji serupa. Beliau diperintahkan-Nya,”Lihatlah!”. Beliau tidak bergeming, tidak berputar ke kanan, tidak pula ke kiri
(beliau tahu bahwa Dia bersemayam di Dalam Diri).

Jangan mengkambing hitamkan iblis atas perilaku buruk kita. Manusia benar-benar mandiri dan bertanggung jawab sendiri untuk memilihjalan yang baik atau buruk.
Baik dan buruk hanyalah refleksi Kebenaran (Truth). Dan Gusti Alloh di atas baik dan buruk, di atas cahaya dan kegelapan.Nur ‘ala nur, Alloh itu Cahaya di atas cahaya.

Renungkan syair Iblis berikut:
“Duh Gusti, Kau membebaskanku karena selubungku terbuka, Kau membuka selubungku karena Keesaan-Ku, membuatku satu dengan-Mu dari perpisahan, demi Keberadaan-Mu Yang Nyata, aku tak bersalah telah bersekongkol dalam kejahatan tidak pula menolak nasibku, tidak pula gelisah dengan perubahan yang kualami, dan aku bukanlah orang yang membentangkan di hadapan manusia jalan kesesatan !”

Dalam kitab Al-Milal wan-Nihal, malaikat ditantang berdebat dengan iblis :

Malaikat : Iblis, mengapa kamu tidak mau sujud kepada Adam ?

Iblis : “Malaikat, Alloh sudah membuat undang-undang, jangan sampai kita sujud kepada selainya Alloh dalam Al-Qur’an surat fusssilat ayat 37 diterangkan :
“Janganlah bersujud kepada matahari dan jangan bersujud kepada bulan tetapi bersujudlah kepada Alloh yang menciptakannya ( matahari dan bulan )”.
Barang siapa yang bersujud kepada selain Alloh akan jatuh musyrik dan musyrik adalah dosa yang tidak mungkin diampuni lagi.
Jadi saya tidak mau bersujud kepada Adam dikarenakan saya tahu bahwa Adam itu mahluk ,
kalau saya sujud pada Adam maka saya musrik , maka saya tidak diampuni , dan saya mutlak sujud hanya pada ALLAH ta’ala saja dan tidak sujud selainnya Allah.

Malaikat : Iblis, kamu tidak tahu tidak sujud kepada Adam itu perintah Alloh bukan kehendak Adam, tetapi kehendak Alloh ta’ala , jadi kalau kamu bersujud kepada Adam artinya kamu sujud kepada Alloh karena itu perintah Allah ?.

Iblis : Memang betul, ini perintah Alloh tapi perintah tersebut adalah untuk menguji ketauhidan kita. Perintah itu memang ada yang semata-mata perintah, tapi ada juga perintah yang bersifat untuk menguji ketauhidan kita.

Dari pembicaran tersebut ada dua hal yg menarik yaitu ;
- Apakah benar semata-mata perintah
- Apakah perintah yang bersifat menguji
Saya ( iblis ) jelas mengetahui bahwa perintah itu adalah perintah yang bersifat untuk menguji ketauhidan kita sebab yang mengetahui bahwa adam itu adalah mahluk yang diciptakan dari tanah masak saya sujud kepada mahluk dari tanah.

Malaikat : Darimana kamu mengetahui bahwa sujud kepad Adam itu semata-mata untuk menguji tidak semata-mata perintah ..???

Iblis : Bukti nya ada larangan sujud kepada selainya Alloh itu belum dicabut . Dari satu segi dilarang sujud kepada selainya Alloh dan segi lain diperintah sujud kepada selainya Alloh.
Bagaimana ( iblis ) saya tahu sujud kepada Adam itu semata-mata perintah kalau larangan belum dicabut, kalau larangan bersujud selainya Alloh dicabut , maka saya akan memaklumi sujud kepada Adam itu semata-mata adalah perintah Alloh.

Oleh karena itu larangan belum dicabut maka jelaslah perintah sujud kepada Adam itu adalah UJIAN.
Demikian percakapan malaikat dan iblis dalam kitab tersebut. Memang kalau kita lihat sepintas lalu menyalahkan IBLIS sangat mudah akan tetapi seperti diatas iblis diuji ketauhidan yang sangat sulit sekali iblis pertama menggunakan alasan materi, alasan ke 2 kemudian iblis menggunakan alasan tauhid , alasan ubuddiyyah.

Moga bermanfaat kajian Al Khalaj.
Salam sayang...
from : M. Rafi
http://zarmiislam.blogspot.com/2015/04/iblis.html
 

Kamis, 16 April 2015

KIASAN BIJI




KIASAN BIJI


Nabi isa bertanya kepada sahabat sahabatnya:
 "DIMANA BIJI ITU TUMBUH,?
Sahabat sahabatnya menjawab: "DI BUMI"
Nabi isa pun menjelaskan pula bahwasanya HIKMAH tidak akan tumbuh melainkan di kedalaman HATI, seperti dikedalaman bumi.
Biji yg akan tumbuh menjadi batang dan buah, lahir dari tempat yg orang lain tidak tau keberadaanNya, tersembunyi dibalik bumi.
Akan tetapi ia memberi manfaat kepada manusia dan alam sekitarnya tanpa mengatakan apa apa tentang pertumbuhanNya itu.
Nabi Muhammad mengingatkan bahwasanya ibadah sholat dan lainNya yg paling mulia dan indah ialah melakukanNya dengan sempurna dan orang lain tidak mengetahuinya, IBADAH YG DIRAHASIAKAN ADANYA.