بِــــــسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيـــمِ

SELAMAT DATANG

SELAMAT DATANG DI STIKOM MUHAMMADIYAH BATAM - RAIH MASA DEPANMU BERSAMA STIKOM MUHAMMADIYAH BATAM - TERDEPAN - MODEREN - DAN - ISLAMI, - KALAU ADA KRITIKAN YANG MEMBANGUN SILAKAN DIKIRIMKAN KE KAMI - DAN TERIMAKASIH ATAS KUNJUNGAN ANDA

Minggu, 15 Februari 2015

PESAN AL-QURAN KEPADA GENERASI MUDA


BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM.



Syubbanul yaum rijaalul ghadi (pemuda sekarang adalah pemimpin masa depan), begitulah ungkapan arab yg menunjukkan bahwa betapa pentingnya generasi muda untuk menghadapi masa depan kehidupan ini. Pemuda adalah tumpuan harapan bagi kehidupan masa depan yg lebih baik dan anggun. Untuk itu pemuda merupakan cermin yg seharusnya tidak boleh retak, karena baik buruknya masa depan sangat tergantung padanya. Untuk membentuk pribadi generasi muda yg unggul, diperlukan sosok generasi tua yg mampu membimbing dan mengarahkan dengan baik tentunya. Nah..dalam Al-Quran sebagai rujukan pertama dan utama bagi kita,telah digambarkan pula bagaimana peran generasi tua dalam mempersiapkan generasi muda yg tangguh melalui sosok Luqmanul Hakim.
Allah telah berfirman dalam surat Luqman ayat 13:

Dan ingatlah ketika Luqman berkata kepada puteranya di waktu ia memberi pelajaran kepadanya. “Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan Allah merupakan kedzaliman yg besar.”

Pada ayat di atas ditunjukkan bahwa nilai paling fundamental yg harus ditanamkan orang tua kepada anak-anaknya(generasi muda) adalah tauhid atau aqidah, dimana anak harus dibimbing untuk mengenal Tuhannya,yaitu Allah SWT, agar ia tidak ber-tuhan kepada tuhan-tuhan semu yg bisa menyesatkannya.
Selain ayat di atas, Ali bin Hasan al-Athas dalam bukunya Luqmanul Hakim wa hikaamuhu mencoba menjabarkan apa-apa yg telah dijabarkan dalam Al-Quran tersebut yg ia rangkum menjadi beberapa hikmah Luqmanul Hakim yg baik untuk dijadikan acuan para generasi tua untuk mendidik generasi muda, diantara hikmah-hikmah tersebut adalah sebagai berikut:

“ Wahai anakku tidaklah berakal orang yg tidak mempunyai kesucian, tidak berprikemanusiaan orang yg tidak berkata benar, tidak dapat dipercaya orang yg tidak dapat menyimpan rahasianya, tidak berharta orang yg tidak mempunyai belas kasih, tidak ada kekayaan yg lebih bermanfaat daripada ilmu pengetahuan, tidak ada kemuliaan yg lebih tinggi daripada taqwa, tidak ada bangkai yg lebih busuk daripada barang haram, tidak ada kejelekan yg paling jelek kecuali dusta.. barang siapa yg mau melihat cacat diri sendiri, niscaya ia terhindar dari melihat cacat orang lain, barang siapa yg menyembunyikan kesalahannya sendiri niscaya ia akan membesar-besarkan kesalahan orang lain.”
Ali bin Hasan al-athas juga memaparkan sebuah riwayat yg cukup baik untuk dijadikan pegangan hidup bagi umat manusia, yakni riwayat dari Khalid Ar-Ruba’i. Dalam riwayat tersebut dikisahkan bahwa suatu ketika tuan(majikan) dari Luqmanul Hakim (sebagaimana kita ketahui Luqman sebelumnya adalah hamba sahaya/budak) memberi seekor kambing dan berkata “sembelihlah kambing ini dan berikan padaku dua potong kambing yg paling baik”. Lalu Luqman memberikan pada tuannya daging lidah dan hati. Kemudian tuannya menyerahkan lagi kambing lain dan berkata, “sembelihalah kambing ini dan ambilkan dua potong daging yg paling buruk”. Lalu Luqman memberikan lagi dua daging yg sama, yakni lidah dan hati. Kemudian tuannya bertanya tentang rahasia dua daging tersebut, dan Luqman pun menjawab “tidak ada sesuatu yg lebih baik daripada kedua-duanya apabila kedua-duanya itu baik, dan tidak ada yg lebih buruk dari kedua-duanya apabila kedua-duanya itu buruk.”
Dari kisah ini dapat disimpulkan bahwa manusia akan baik apabila ia menjaga lidah dan hatinya dari hal-hal buruk. Misalnya dari memfitnah, ghibah, dengki, dan sebagainya. Sebaliknya akan celaka manusia apabila tidak bisa menjaga lidah dan hatinya dari hal-hal yg sebenarnya tidak ada manfaatnya bagi kehidupan dirinya maupun kehidupan orang lain. Dengan demikian sangatlah jelas bagi generasi muda bahwa al-Quran sangat menganjurkan agar generasi muda benar-benar bisa berpegang teguh pada tali ajaran Allah baik dalam dimensi ketauhidannya(hablum minallah) maupun dalam dimensi hubungan sosialnya(hablum minannas).
Akhirnya semoga tulisan ini bermanfaat bagi kita semua, terutama bagi kita yg menginginkan generasi mendatang sebagai generasi yg memiliki iman yg kokoh dan mampu memakmurkan bumi titipan Allah ini. Amin..