بِــــــسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيـــمِ

SELAMAT DATANG

SELAMAT DATANG DI STIKOM MUHAMMADIYAH BATAM - RAIH MASA DEPANMU BERSAMA STIKOM MUHAMMADIYAH BATAM - TERDEPAN - MODEREN - DAN - ISLAMI, - KALAU ADA KRITIKAN YANG MEMBANGUN SILAKAN DIKIRIMKAN KE KAMI - DAN TERIMAKASIH ATAS KUNJUNGAN ANDA

Sabtu, 20 Desember 2014

PENCIPTAAN LANGIT DAN BUMI DALAM AL-QUR'AN

PENCIPTAAN LANGIT DAN BUMI DALAM AL-QUR'AN


 




Allah Ta'ala menciptakan langit dan bumi dalam waktu 6 hari?

Allah SWT menciptakan bumi dan langit beserta isinya dalam enam hari sebagaimanayang dijelaskan dalam al-qur’an QS;41.9-12 yang artinya : ” Katakanlah: sesungguhnya patutkah kamu kafir kepada yang menciptakan bumi dalam dua masa dan kamu adakan sekutu-sekutu bagi-Nya ? (yang bersifat) demikian itulah Tuhan semesta alam dan Dia menciptakan di bumi itu gunung-gunung yang kokoh diatasnya Dia memberkahinya dan Dia menentukan padanya kadar makanan-makanan (penghuni)nya dalam empat masa penjelasan itu sebagai jawaban bagi orang-orang yang bertanya”. Kemudian Dia menuju kepada penciptaan langit dan langit itu masih merupakan asap, lalu Dia berkata padanya dan kepada bumi: “Datanglah kamu keduanya menurut perintah-Ku dengan suka hati atau terpaksa”. Keduanyamenjawab : kami datang dengan suka hati maka Dia menjadikannya tujuh langit dalam dua masa dan Dia mewahyukan pada tiap-tiap langit urusannya. Dan Kami hiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang yang cemerlang dan Kami memeliharanya dengan sebaik baiknya.
Demikianlah ketentuan yang maha perkasa lagi maha mengetahui.

Sebelum kita membahas tentang terciptanya bumi dan langit terlebih dahulu kita harus mengetahui apa”yaum “itu sendiri sebelum bumi dan langit diciptakan siang dan malam itu tidak pernah ada karena siang dan malam ada karena berputarnya bumi itu sendiri terhadap matahari .
Dalam ayat di atas disebutkan bahwa munculnya seluruh keberadaan itu dalam “6 (Enam) hari”, yang mana hal tersebut berbeda dengan ilmu pengetahuan yang mengatakan bahwa terciptanya langit dan bumi itu menghabis kan waktu berjuta-juta tahun .Akan tetapi kalau kita melihat dalam pemahaman yang luas dalam lafadz ”yaum” dan juga dalam berbagai bahasa ,akan tampak atau jelas jawaban atas pertanyaan ini ,bahwa banyak sekali pemakaian kata ”yaum” dengan arti ”dauroh” yaitu tahapan atau perputaran,yang mana tahapan ini menghabiskan waktu satu tahun ,atau seratus tahun,bahkan berjuta-juta tahun.dan bahwa salah satu dari arti ”yaum” itu bermakna ”dauroh” banyak diantaranya: Lafadz ”yaum” dalam Al-Qur’an itu dipakai sebanyak seratus kali.dan tidak ada satu ayatpun yang menyebutkan bahwa lafadz “yaum”itu bermakna siang dan malam ,seperti “alamul-ba’tsi”alam kebangkitan disebut dengan hari kiamat (yaumul qiamah)dan dalam hal ini dapat dilihat bahwa seluruh kumpulan amal perbuatan pada hari kiamat adalah perputaran atau tahapan yang panjang (daurotun towilah) yang disebut dengan “yaumul kiamah”, dan dalam surat al-maarij ayat 4 disebutkan bahwa hari kiamat dan hari penghisaban amal perbuatan manusia menghabiskan waktu lima puluh ribu tahun. Ar-roghib dalam mufrodatnya menyebutkan bahwa “al-yaum”diartikan dengan terbit dan terbenamnya matahari,dan kadang-kadang diartikan dengan waktu yang sangat panjang dari suatu masa.
Imam Ali dalam nahjul balaghahnya menyebutkan bahwa”al-yaum”digunakan dalam arti masa “yaumun laka wa yaumun alaika”hari dimana kamu senang dan hari dimana kamu susah,artinya dalam masa senang dan dalam masa susah. Dan dalam tafsir al-burhan, Ali bin Ibrohim yang diriwayatkan dari Imam as, bahwa “sittatu ayyam” enam hari adalah”sittatu aukot”enam waktu atau enam “dauroh”tahapan.Dan dalam percakapan sehari-haripun kata”yaum”itu mempunyai arti”dauroh atau al-ahdu”masa dan tahapan, seperti:hari dimana bumi itu menjadi panas dan hari dimana bumi itu menjadi dingin sehingga tampaklah tanda-tanda kehidupan.dan saat menghangatnya bumi itu menghabikan waktu berjutu-juta tahun. Atau kita mengatakan bahwa ketika bani Umayyah merampas tahta kepemimpinan islam dalam satu hari”yaum”dan bani Abbasiyyah merampasnya dari bani Umayyah dalam satu hari”yaum”yang lain,dan dapat kita katakana bahwa perampasan tahta kepemimpinan yang dilakukan baniUmayyah menghabiskan waktu berpuluh-puluh tahun, dan perampasan tahta kepemimpinan yang dilakukan baniAbbasiyyah menghabiskan waktu beratus-ratus tahun.

Dari berbagai penjelasan diatas, kita dapat mengambil kesimpulan bahwa Allah SWT menciptakan langit dan bumi dalam enam putaran atau enam tahapan secara berturu-turut dan setiap”dauroh”putaran dari putaran ini menghabiskan berjuta-juta bahkan bermilyar-milyar tahun, dan ilmu pengetahuan yang baru tidak ada yang menyebutkan atau menjelaskan tentang suatu perkara yang berlawanan dengan hal diatas.Dan tahapan-tahapan ini mengandung beberapa susunan, diantaranya:

Tahap dimana keberadaan ini berupa gumpalan gas, kemudian partikel-partikelnya terpisah karena cepatnya putaran terhadap dirinya sendiri, dan dari dzat-dzat yang terpisah itu terbentuklah bola-bola dunia dan bintang-bintang, kemudian bola-bola ini berubah secara bertahap menjadi suatu bentuk yang cair atau dingin dan mulai bisa dihuni, pada tahap selanjutnya tersusunlah tata surya dan terpisahlah bumi dari matahari, pada tahap ke empat bumi menjadi dingin dan tampaklah tanda-tanda kehidupan, kemudian muncullah tumbuh-tumbuhan dan pepohonan diatas muka bumi, selanjutnya muncullah hewan-hewan dan manusia diatas muka bumi ini.

Dari semua penjelasan diatas muncullah sebuah pertanyaan : “Kenapa Allah SWT menciptakan langit-langit dan bumi dalam beberapa tahap yang berbeda dan panjang,dan bukankah Dia mampu untuk menciptakan semuanya itu dalam sekejap ?“

Jawaban atas pertanyan ini ialah ,kalau seandainya ciptaan ini sempurna dalam sekejap maka hal tersebut merupakan paling lemahnya dalil atas keagungan,kekuasaan dan ilmunya akan tetapi kalau ciptaan ini sempurna dalam tahap-tahap yang berbeda dan bentuk yang bermacam-macam maka hal tersebut merupakan paling gamblangnya dalil atas kekuasaan,keagangan dan ilmu Allah SWT sebagaimana halnya janin yang sempurna kelahirannya dalam sembilan bulan,yang mana janin tersebut akan sempurna dalam beberapa tahap,yaitu tahap dimana prtama kali dari air sperma, kemudian membentuk segumpalan darah dan akan berbentuk daging dan seterusnya,hal itu tak lain hanya ingin menjelaskan kekuasan Allah SWT.

Kemudian dalam ayat al-qur’an sebagaimana yang telah dijelaskan diatas bahwa Allah SWT menciptakan bumi dua hari(sebagaimana yang telah dijelaskan tentang hari yaitu tahapan)”Dia yang telah menciptakan bumi dua hari”dan menciptakan gunung-gunung, berkah-berkah dan kadar makanan-makanan dalam empat hari “dan Dia menciptakan di bumi itu gunung-gunung yang kokoh diatasnya, Dia memberkahinya dan Dia menentukan padanya kadar makanan-makanan (penghuni)nya dalam empat masa.dan setelah itumenciptakan langit-langit dalam dua hari “maka Dia menjadikannya tujuh langit dalam dua masa” dan semuanya itu berjumlah delapan hari. , dan dalam ayat yang lain menyebutkan bahwa penciptaan langit dan bumi itu sempurna dalam enam hari seperti dalam surat al-a’raf ayat 54”sesungguhnya tuhan kalian adalah Allah yang telah menciptakan langit-langit dan bumi dalam enam hari”.

Para ahli tafsir menggunakan dua metode dalam menjawab pertanyaan ini .
1.sebagaimana yang sudah masyhur dan banyak diketahui bahwa yang dimaksud dengan empat hari adalah selesainya dari ciptaan. Dan dengan susunan ini bahwa sempurnanya dua hari yang pertama dari empat adalah penciptaan bumi, dan dari dua hari yang terakhir adalah sempurnanya ciptaan benda-benda yang ada di bumi, dan dari hal tersebut dapat diketahui bahwa penciotaan langit itu dua hari maka seluruhnya itu berjumlah enam hari.Sebagaimana yang disebutkan dalam perkataan bahasa arab bahwa jarak dari sini ke Mekkah menghabiskan waktu sepuluh hari dan ke Madinah al-munawwaroh menghabiskan waktu lima belas hari, yaitu bahwa jarak antara Mekkah ke Madinah menghabiskan waktu lima hari dan dari sini ke Mekkah menghabiskan waktu sepuluh hari.

2.dan sebagian yang lain menjawab bahwa

empat hari itu tidak khusus pada awal ciptaan, tapi menunjukkan pada empat musim dalam setahun, dan hal tersebut adalah awal munculnya rezeki-rezeki dan bahan makanan-makanan yang sangat bermanfaat sekali bagi manusia. Akan tetapi pengertian ini tidak sesuai dengan ayat diatas karena hal tersebut juga mengkhususkan “yaum”pada hubungannya dengan bumi dan bahan-bahan makanan saja, dan karena artinya hanya berhubungan dengan empat musim saja sebagaimana yang kita ketahui bahwa “yaum”dalam penciptaan langit-langit dan bumi adalah tahapan yang pertama .Dengan kata lain hasil dari pengkhususan dua hari “yaumain”dari enam hari untuk menciptakan bumi, dan dua hari yang terakhir untuk menciptakan langit, adapun dua hari yang lain yang berhubungan dengan penciptaan keberadaan antara langit dan bumi “dan diantara keduanya “maka hal tersebut tidak menunujukkanpada keduanya.

Dari penjelasan diatastampak jelas bahwa pengertian atau mrtode yang pertama lebih jelas dan benar dan juga ayat-ayat al-qur’an yang lain menjelaskan bahwa penciptaan bumi dan langit itu enam hari “sittatu ayyam” karena al-qur’an sebagiannya menjelaskan bagian yang lain “yufassiru ba’dhuhum ba’dho”.

Wallahu a'lam bishshawab