بِــــــسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيـــمِ

SELAMAT DATANG

SELAMAT DATANG DI STIKOM MUHAMMADIYAH BATAM - RAIH MASA DEPANMU BERSAMA STIKOM MUHAMMADIYAH BATAM - TERDEPAN - MODEREN - DAN - ISLAMI, - KALAU ADA KRITIKAN YANG MEMBANGUN SILAKAN DIKIRIMKAN KE KAMI - DAN TERIMAKASIH ATAS KUNJUNGAN ANDA

RUKUN ISLAM

RUKUN ISLAM : 1. DUAKALIMAH SYAHADAT, 2. SHOLAT, 3. PUASA, 4. ZAKAT, 5. NAIK HAJI

RUKUN IMAN : 1. PERCAYA KEPADA ALLAH, 2. PERCAYA KEPADA MALAIKAT, 3. PERCAYA KEPADA KITAB ALLAH, 4. PERCAYA KEPADA NABI DAN RASUL ALLAH, 5. PERCAYA KEPADA HARI AKHIRAT, 6. PERCAYA KEPADA QODHA & QHADAR ALLAH

PILIH MENU

Minggu, 07 Juni 2015

NASEHAT DIRI



NASEHAT DIRI



Wafi amfusikum afala tufsirun

1. Perbaikilah urusan dalamanmu, Allah akan perbaiki urusan luaranmu. Perbaiki hubunganmu dengan Allah, Dia akan perbaiki hubunganmu dengan manusia. Beramallah untuk akhiratmu, Allah akan jamin urusan duniamu. perJuangkanlah duniamu dengan akhirat, engkau akan beroleh keuntungan kedua-duanya. Jangan jual akhiratmu dengan dunia, kelak engkau akan rugi kedua-duanya.
----------------------
2. Beramallah untuk duniamu berpadanan dengan kadar kehidupanmu di sini (sementara). Dan beramallah untuk akhiratmu berpadanan dengan kadar kehidupanmu di sana (selama-lamanya).
----------------------
3. Akan tiba satu masa dalam kehidupan manusia di mana hati-hati semuanya mati, yang hidup hanyalah jasad.
----------------------
4. Pemandangan paling indah adalah di kala si kaya merendah diri di hadapan si miskin. Dan pemandangan paling jelek adalah di kala si miskin menghina diri di hadapan si kaya.
----------------------
5. Tiada yang lebih sukar untuk dirawat selain daripada nafsuku, sekali ia menang, sekali lagi ia kalah.
----------------------
6. Kamu termasuk orang yang sabar apabila memiliki tiga perkara: tidak menceritakan musibah yang menimpa diri sendiri, tidak menghebohkan penderitaan yang dialami dan tidak memuji diri sendiri.
----------------------
7. Sekiranya saudaramu berkunjung ke rumahmu, jangan engkau tanya ‘adakah anda sudah makan’ atau ‘mahukah saya hidangkan makanan’? Sebaliknya, hidangkanlah makanan. Jika dia mahu, dia makan. Jika tidak, angkatlah kembali hidangan itu.
----------------------
8. Andainya engkau mengenali dirimu, maka apa saja yang dikatakan manusia tentang dirimu, tidak akan memudaratkanmu sedikitpun.
----------------------
9. Hendaklah kamu sentiasa berwaspada daripada orang yang tidak ada sesuatupun yang terlindung daripadanya, berharaplah kepada orang yang mempunyai kuasa untuk menunaikannya, dan berhati-hatilah daripada orang yang memiliki kekuasaan untuk menyiksamu.
----------------------
10. Sekiranya binatang ternakanmu memahami tentang kematian sebagaimana yang engkau fahami, tentu engkau tidak akan dapat makan binatang yang gemuk sama sekali.
----------------------
11. Hendaklah engkau membanyakan kebaikan, dengannya Allah akan jadikan temanmu di dalam kubur. Jauhilah perkara yang haram, engkau akan rasai kemanisan iman.
----------------------
12. Terima dengan ridha apa yang Allah bagikan kepadamu, niscaya engkau jadi kaya. Dan bertawakkallah kepada Allah, niscaya engkau jadi kuat.
----------------------
13. Jangan suka mencela, niscaya engkau selamat daripada celaan manusia. Jadilah seorang yang penyayang, niscaya engkau akan dikasihi manusia.
----------------------
14. Apabila terlintas di dalam hatimu tentang urusan akhirat, segeralah laksanakannya dengan bersungguh-sungguh sebelum syaitan berpeluang menghalangimu daripada melakukannya.
----------------------
15. Jangan engkau bencikan seseorang yang taat kepada Allah, jadilah seorang yang penyayang kepada semua golongan manusia, jangan putuskan silatul rahim sekalipun dengan orang yang tidak menghiraukanmu, jangan berdendam kepada mereka yang menzalimimu, niscaya engkau akan mendampingi anbiaa’ dan syuhadaa’.
----------------------

HAKIKAT NIAT

HAKIKAT NIAT


NIAT itu bukannya mudah untuk kita memahaminya. Karna yang dikatakan NIAT itu ialah tiada berhuruf, tiada berupa dan tiada bersuara.
---------------

Mana yang dinamakan NIAT, jikalau ada huruf bisa dibaca. Jikalau ada suara bisa didengar. Jikalau ada rupa bisa dipandang. Jikalau dapat nyata ia di atas huruf, rupa dan ada suara, maka ini bukannya NIAT lagi.
---------------

Seperti sabda Rasulullah SAW :
"Qasdu syai-in muktarinan bi fiklihi"
---------------

Artinya : "Menyengaja sesuatu hal keadaan disertakan dengan perbuatan."
---------------

Dan satu lagi Hadis mengatakan :
"An niatu bilqalbi bila' sautin wala' harfin"
---------------
Artinya : "Bahwasanya niat itu di dalam hati, tiada suara dan tiada berhuruf."
---------------

Adapun yang dikatakan NIAT itu terbagi ia kepada tiga :
---------------
1 - QASAD : Menyatakan pada "usalli fardhu" menandakan ada waktu pada hamba yang taat.
---------------
2 - TA'RAD : Menyatakan pada "arba'a raka'at" menandakan ada rukun, yakni bersedia hamba untuk menunaikan.
---------------
3 - TA'YIN : menyatakan pada "Lillah Ta'ala" menandakan suruhan Allah yakni menghadapi kiblat hati.
---------------

Maka sesudah nyata QASAD, TA'RAD, TA'YIN bererti telah nyatalah

kiblat DADA kepada BAITULLAH.

Kiblat HATI kepada NYAWA
---------------

DZAT memandang DZAT.

SIFAT memandang SIFAT.

Barulah kita mengatakan "ALLAHU AKBAR".
---------------

Serta hadir MATA HATI musyahadah kepada DZAT ALLAH TA'ALA semata-mata.
---------------

Maka inilah dinamakan niat. Seperti yang dinyatakan di dalam Hadis Imam al-Gahazali r.a. katanya:
---------------

"Adapun kedudukan usalli, fardhu, rakaat, lillah ta'ala, Allahu Akbar." ialah seperti berikut:
---------------

1. USALLI - maksudnya amanah Tuhan terhadap hamba, maka tatkala hambaNya telah menerima syariatNya, maka wajiblah kembalikan kepadaNya dengan keadaan yang sempurna.
---------------

2. RAKAAT - menyatakan hal kelakuanNya. Maka hilangkanlah kehendakmu di dalam halNya dan hapuskanlah fe'el mu di dalam kelakuanNya barulah sah amalannya.
---------------

3. LILLAHI TA'ALA - Menyatakan sirNya (rahasia). Maka fana'lah sir iktikad cinta rasa dan birahi mu di dalam sir Allah. Barulah nyata ada kiblat bagimu.
---------------

4. ALLAHU AKBAR - menyatakan kaya Tuhan terhadap hamba. Karna hamba sampai kepada seruan Allah Ta'ala karnanya Allah Ta'ala Esa, Muhammad yatim, Hamba dhoif.
---------------
Tiap-tiap yang datang mesti akan kembali. Maka kembali sekalian hamba-hamba itu di dalam seruan Allahu Akbar.
---------------
Maka bergemalah suara-suara hambamu yang taat itu mengatakan dan memuji akan nama Allahu Akbar dan terlintaslah suara mu'minnya terus tujuh petala langit dan terus tujuh petala bumi.
---------------
Maka bersahut-sahut akan roh-roh Anbia' dan Aulia' serta Malaikat dengan katanya,
---------------
"Sejahteralah umat-umat mu ya Muhammad!".
---------------

5. FARDHU - sah dan nyata. Bersifat di atasnya hamba. Maka tiap-tiap yang bersifat hamba mestilah ada yang empunya hak.
---------------
Maka kembalilah sifat-sifat mu kepada yang berhak.
---------------
Cara-cara hendak kembalikan kepada yang berhak, itulah sebabnya diwajibkan kepada fardhu.
---------------
Tiap-tiap perbuatan ataupun amalan adalah dengan fardhu.
---------------
Tanpa dengan niat fardhu perbuatan itu sia-sia saja.
---------------
(Tuak ilahi)

Sabtu, 06 Juni 2015

KEMATIAN

KEMATIAN


Syekh Ali Thanthawi Mesir Rahimahullah:
"Pada saat engkau mati,
janganlah kau bersedih.
Jangan pedulikan jasadmu yang sudah mulai layu,
karena kaum muslimin akan mengurus jasadmu.
Mereka akan melucuti pakaianmu,
memandikanmu dan mengkafanimu lalu membawamu
ke tempatmu yang baru, kuburan.

Akan ada banyak orang yang mengantarkan jenazahmu
bahkan mereka akan meninggalkan pekerjaan nya untuk ikut menguburkanmu.
Barang barangmu akan dikemas,
kunci kuncimu,
kitab,
koper,
sepatu dan pakaianmu.
Jika keluargamu setuju barang2 itu akan disedekahkan agar bermnfaat untukmu.
Yakinlah;
dunia dan alam semesta tidak akan bersedih dg kepergianmu. Ekonomi akan tetap berlangsung!
Posisi pekerjaanmu akan diisi orang lain.
Hartamu menjadi harta halal bagi ahli warismu.
Sedangkan kamu yg akan dihisab
dan diperhitungkan dari hartamu!

Kesedihan atasmu ada 3;
Orang yg mengenalmu
sekilas akan mengatakan, kasihan.
Kawan kawanmu
akan bersedih beberapa jam atau beberapa hari lalu mereka kembali seperti sediakala dan tertawa tawa!
Di rumah
ada kesedihan yg mendalam!
Keluargamu akan bersedih seminggu dua minggu,
sebulan dua bulan, dan mungkin hingga setahun??
Selanjutnya mereka meletakkanmu dalam arsip kenangan!

Demikianlah
"Kisahmu telah berakhir di tengah tengah manusia".
Dan kisahmu yang sesungguhnya baru dimulai,
Akhirat!!
Telah musnah kemuliaan, harta, kesehatan, dan anak.
Telah engkau tinggalkan rumah, istana dan istri tercinta.
Kini hidup yg sesungguhnya telah dimulai.

Pertanyaannya adalah:

Apa persiapanmu untuk kuburmu dan Akhiratmu??
Hakikat ini memerlukan perenungan.
Usahakan dengan sungguh sungguh.
jalankan kewajiban kewajiban,
hal-hal yg disunnahkan,
sedekah rahasia, merahasiakan amal shalih, shalat malam, Semoga saja engkau selamat.
Andai engkau mengingatkan manusia dengan tulisan ini
insyaAllah pengaruhnya akan engkau temui dalam timbangan kebaikanmu pada hari Kiamat.
"Berilah peringatan, karena peringatan itu bermanfaat bagi orang orang mukmin." Subhanallah.

Semoga Bermanfaat 

Minggu, 31 Mei 2015

AWAL PUASA 18 Juni 2015 Muhammadiyah



AWAL PUASA 18 Juni 2015

Muhammadiyah

 

Organisasi keagamaan Muhammadiyah menetapkan awal hari dimulainya puasa tahun ini atau 1 Ramadan 1436 Hijriah jatuh pada Kamis Pon, 18 Juni 2015. Ketetapan itu sesuai dengan maklumat pengurus pusat Muhammadiyah kepada warganya yang sudah disebarkan ke pengurus-pengurus di daerah.

Ketua Pemuda Muhammadiyah Kota Semarang Amruddin Mahfud Jumai menyatakan penetapan awal puasa Ramadan itu sesuai Hisab Hakiki Wujudul Hilal yang dipedomani Majelis Tarjih dan Tajdid Pengurus Pusat Muhammadiyah. “Hasilnya, ijtimak jelang Ramadan 1436 Hijriah terjadi pada Selasa, 16 Juni 2015, pukul 21.07 WIB,” kata Amruddin Mahfud Jumai di Semarang, Kamis, 7 Mei 2015.

Muhammadiyah juga sudah menetapkan Hari Raya Idul Fitri 2015, yakni 1 Syawal 1436 H jatuh pada Jumat Pahing, 17 Juli 2015. Sebab, ijtimak jelang Syawal 1436 Hijriah terjadi pada Kamis, 16 Juli 2015, pukul 03.26 WIB.
Selain itu, kata Amruddin, Muhammadiyah juga sudah menetapkan Hari Raya Idul Adha (10 Zulhijah) jatuh pada Rabu Kliwon, 23 September 2015. Adapun Hari Arafah (9 Zulhijah 1436 H) jatuh pada Selasa Wage, 22 September 2015.
Amruddin yakin awal Ramadan yang sudah ditetapkan Muhammadiyah itu tak akan berubah. Baginya, jika terjadi perbedaan awal puasa Ramadan dengan penganut aliran Islam yang lain maka itu tidak apa-apa. “Tidak menjadikan kebersamaan kita dalam pengamalan agama terganggu,” katanya.

Muhammadiyah Kota Semarang sudah menyiapkan berbagai rencana dalam menyambut datangnya bulan puasa Ramadan 1436 H. “Masjid-masjid Muhammadiyah dan amal usaha Muhammadiyah se-Kota Semarang siap menyambut puasa,” katanya. Salah satunya, Muhammadiyah akan berpartisipasi dalam acara dugderan yang digelar menjelang puasa.