بِــــــسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيـــمِ

SELAMAT DATANG

SELAMAT DATANG DI STIKOM MUHAMMADIYAH BATAM - RAIH MASA DEPANMU BERSAMA STIKOM MUHAMMADIYAH BATAM - TERDEPAN - MODEREN - DAN - ISLAMI, - KALAU ADA KRITIKAN YANG MEMBANGUN SILAKAN DIKIRIMKAN KE KAMI - DAN TERIMAKASIH ATAS KUNJUNGAN ANDA

Sabtu, 23 Mei 2015

Rohingya



Permasalahan Rohingya
Tidak Bisa Kita Sembunyikan

ketua pemuda muhammaduyah
Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah Dr.Dahnil Simanjuntak

Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah Dr.Dahnil Simanjuntak memberikan sikap tegas kepada pemerintah Indonesia terhadap penindasan dan kekerasan yang dilakukan Myanmar terhadap Muslim Rohingya.
Dahnil menambahkan, pemerintah Indonesia harus melakukan inisiatif untuk mendorong sanksi tegas terhadap Myanmar karena melakukan pembersihan etnis dan melanggar konvensi HAM PBB.

“Di sisi lain, kami minta Indonesia juga mendesak negara-negara ASEAN untuk mencabut keanggotaan 
Myanmar dan memboikot Myanmar secara politik dan ekonomi, mengingat kejahatan HAM yang dilakukan oleh negara tersebut,” tegas Dahnil.

Ia mengungkapkan kisahnya sewaktu berada di Myanmar, pengawasan luar biasa diberlakukan oleh aparat kepolisian Myanmar untuk seorang Muslim. Pemicu dalam masalah penindasan ini adalah negara.
“Ini jelas masalah agama, Muslim Rohingya terusir dari Myanmar atas dasar agama, dan tidak memberlakukan Muslim Rohingya sebagai warga negara. Kalau masalah ini dibiarkan tidak akan menemukan titik terang, “ujar Dahnil di Kantor PP Muhammadiyah, Kamis (21/5/2015).
Pasalnya, kurang lebih 500 pengungsi Rohingya yang ditampung di Aceh terusir dari Myanmar karena perlakuaan buruk negara tersebut.

Dahnil yang juga President Religion for Peace Youth Interfaith Network (RfP-APYIN) mengatakan ada rasialisme yang luar biasa dilakukan oleh negara yang terdiri dari mayoritas umat Budha. Menurutnya, ada ketidakadilan dengan masalah Muslim Rohingya, dari dunia internasional.
“Ada agenda rasialisme yang dilakukan pemerintah Myanmar terhadap Muslim Rohingya,dan ketidakadilan dari dunia internasional, “tutupnya.[Zulfickar/gemaislam.com]