ZARMI SUKSES


web widgets

SELAMAT DATANG

SELAMAT DATANG DI STIKOM MUHAMMADIYAH BATAM - RAIH MASA DEPANMU BERSAMA STIKOM MUHAMMADIYAH BATAM - TERDEPAN - MODEREN - DAN - ISLAMI, - KALAU ADA KRITIKAN YANG MEMBANGUN SILAKAN DIKIRIMKAN KE KAMI - DAN TERIMAKASIH ATAS KUNJUNGAN ANDA

Kamis, 16 April 2015

JALAN MENUJU ALLAH





JALAN MENUJU ALLAH



Empat Jalan Menuju ALLAH

Barang siapa mengetahui jalan, Syareat, Tharekat, Hakikat, Ma'rifat sempurna amalnya.
Apakah Syareat, tharekat, hakikat, dan ma’rifat itu?
Jawab :
Syareat itu pada TAUBAT
Tharekat itu pada HATI
Hakikat itu pada RUH
Ma’rifat itu pada ZAT ALLAH

Apakah syareat, tharekat, hakikat, dan ma’rifat itu sama atau berlainan amalnya?
Jawab:
Amalnya orang syareat dan tharekat semata-mata mengerjakan segala pesuruh.
Amalnya orang hakikat mengesakan Zat Allah.
Amalnya orang ma’rifat tetap pada Zat Allah.
Apakah syareat, tharekat, hakikat, dan ma’rifat, berlainan atau sama nafsunya?

Jawab :
Syareat nafsunya ammarah, matinya hancur lebur cerai berai.
Tharekat nafsunya sawiyah, matinya kurus kering.
Hakikat nafsunya lawwamah, matinya putih kuning.
Ma’rifat nafsunya mutmainnah, matinya lenyap tanpa bekas.

Apakah syareat, tharekat, hakikat, ma’rifat, berlainan atau samakah sembahyangnya?

Jawab :
Sembahyang orang syareat hatinya membara bercahaya, kiblatnya menghadap baitullah.
Sembahyang orang tharekat hatinya membara bercahaya, kiblatnya menghadap Baitul makmur.
Sembahyang orang hakikat hatinya membara bercahaya, kiblatnya menghadap Arsy.
Sembahyang orang ma’rifat kiblatnya menghadap seperti firman Allah. didalam al-qur’an.

FA’ATIMALLA TUWALLU FASSAMA WAD HULLAH.
Dimana kamu menghadap wajahmu (akalmu dan ruhmu) maka disanalah wujud Allah. bercahaya-cahaya dan imannya terang tiada sepertinya.

Apakah syareat, tarekat, hakikat dan ma’rifat, berlainan atau sama pekerjaannya?

Jawab :
Pekerjaan syareat itu : mengucap syahadat, sembahyang, puasa, memberi zakat dan naik haji.
Pekerjaan tharekat itu : mentasdikkan barang yang diamalkannya.
Pekerjaan hakikat itu : senantiasa tetap adanya dan mengesakan Dzat Allah Ta’ala dan menafikan barang lainnya.
Pekerjaan ma’rifat itu: semata-mata tetap adanya dan sendirinya Dzat Allah Ta’ala.

Apakah syareat, tharekat, hakikat dan ma’rifat, berlainan atau samakah alamnya?

Jawab :
Syareat itu alamnya perjalanan Tubuh.
Tharekat itu alamnya malakut perjalanannya Hati.
Hakikat itu alamnya jabarut perjalanannya RUH.
Ma’rifat itu alamnya lahut perjalanannya SIRR.

Apakah Syareat, tharekat, hakikat, ma’rifat, sama ilmunya?

Jawab :
Syareat itu ilmunya yakin.
Tharekat itu ilmunya Ainul yakin.
Hakikat itu ilmunya Haqqul yakin.
Ma’rifat itu ilmunya Kamallul yakin.

Apakah empat jalan itu sama kebangkitannya?

Jawab :
Kebangkitan syareat ialah taubat sekalian dosa.
Kebangkitan tharekat ialah sabar dan ridha akan qudrat Allah.
Kebangkitan hakikat ialah syukur akan barang yang datang daripada Allah.
Kebangkitan ma’rifat ialah ikhlas menyerahkan dirinya kepada Allah Ta’ala.

Apakah sama kejadiannya?

Jawab :
Syareat itu kejadiannya Af’al.
Tharekat itu kejadiannya Asma.
Hakikat itu kejadiannya Sifat.
Ma’rifat itu kejadiannya Dzat.

Adapun yang empat jalan itu atas Dzatnya.
Syareat itu ialah kulit dan bulu.
Tharekat itu ialah darah dan daging
Hakikat itu ialah urat dan tulang.
Ma’rifat itu ialah otak dan sumsum.

Adapun yang empat jalan itu maujudnya.
Syareat itu ialah pendengarannya.
Tharekat itu ialah penglihatannya.
Hakikat itu ialah penciumannya.
Ma’rifat itu ialah pengrasanya.

Adapun yang empat jalan itu Ruhnya.
Syareat itu ialah : Ruhani.
Tharekat itu ialah : Rahmani
Hakikat itu ialah: Ruh Idofi
Ma’rifat itu ialah : Rabbani

Apakah yang tinggi tiada rendah. Yang hidup tiada mati. Yang luas tiada sempit. Yang benar tiada salah. Yang menghadap tiada membelakangi. Yang manis tiada pahit. Yang ruh tiada dua

Jawab :
Yang tinggi tiada rendah itu Allah.
Yang hidup tiada mati itu Allah.
Yang besar tiada kecil itu Allah.
Yang hampir itu tiada jauh itu Allah.
Yang luas tiada sempit itu Allah.
Yang menghadap tiada membelakangi itu Allah.
Yang suci itu tiada nazis itu Allah.
Yang manis tiada tiada pahit itu Allah.
Yang ESA tiada dua itu Allah.

Dapatkah seorang hamba memperoleh keempat ilmu yang dimiliki itu?

Bersabda Rasulullah :
Siapa ia sungguh-sungguh mengenal dirinya itulah yang tinggi tiada rendah.
Siapa yang merendahkan diri itulah yang besar tiada kecil.
Siapa yang mengesakan Allah itulah yang hidup tiada mati.
Siapa percaya akan Allah itulah yang suci tiada Nazis.
Dan barang siapa yang tiada syirik itulah yang manis tiada pahit.
Barang siapa yang menafikan hal lain itulah ESA tiada dua.

Wallahu a'lam
Dari : Arrya Sufi


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar