بِــــــسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيـــمِ

SELAMAT DATANG

SELAMAT DATANG DI STIKOM MUHAMMADIYAH BATAM - RAIH MASA DEPANMU BERSAMA STIKOM MUHAMMADIYAH BATAM - TERDEPAN - MODEREN - DAN - ISLAMI, - KALAU ADA KRITIKAN YANG MEMBANGUN SILAKAN DIKIRIMKAN KE KAMI - DAN TERIMAKASIH ATAS KUNJUNGAN ANDA

Minggu, 30 Maret 2014

AL-QURAN DAN IMPLEMENTASINYA



Ass
Alhamdulillah, alhamdulillah hirabbil’aalamin
wabihi nasta’inu ‘ala umuridunya waddin
wa’ala alihi wasahbihi aj’main.
Allahumma shalli ‘alaa Muhammad wa’ala ali Muhammad
Puji syukur kepada Allah dan
Shalawat & salam untuk Muhammad

AL QUR’AN SEBAGAI PEDOMAN HIDUP

Pada masa akhir2 abat ini banyak dari kita mengeluhkan kemunduran umat islam atau Krisis Iman, kenapa?
Bapak/ibu yg dimuliakan allah swt, mari sama2 kita intropeksi diri kita atau menghisab diri kita sebelum allah menghisap kita. Mungkin jawaban pertanyaan diatas tidak jauh dari kita, yaitu
jaraknya kita dengan ALLAH dan jaraknya kita dengan Al Qur;an
hampir semua cendikia islam sepakat bahwa penyebabnya adalah jaraknya kita dengan ALLAH  dan jarak antara kita dg Al Qur’an yang semakin jauh.

Sabda Rasulullah saw yg diriwayatkan oleh Imam Malik menyatakan :
Aku tinggalkankan kalian dua perkara, tidaklah kalian akan tersesat selama kalian masih memegang teguh dua hal ini, yaitu Al-Qur’an dan Hadis

Jika diamati lebih mendalam, penyebab jauhnya antar kita dari Al-Qur’an yaitu ketidaktahuan kita akan fungsi dan mamfaat mengkajinya. Akibatnya terjadi jarak antara kita dengan Al-Qur’an, dan demikian juga sebaliknya. Barangkali, jika kita menyadari kedudukan dan fungsi Al-Qur’an serta manfaatnya dlm membaca, mengkaji dan mengamalkannya, maka kemunduran iman itu dapat berubah lebih baik.

Bapak2/ibu2 yg dimuliakan Allah swt.
Dalam satu hadis, rasulullah pernah mengatakan, “Sesungguhnya Al-Quran itu laksana hidangan Allah “, oleh karena itu , merugilah orang yang tidak mendekati hidangan itu untuk mencicipinya.
Dan akan lebih merugi lagi bagi orang yang sudah berada di depan hidangan itu, tetapi tidak ikut mencicipinya. Mereka yang tidak mau mendekati hidangan Allah, itulah orang2 kafir. Sementara yg sudah berada dihadapan hidangan Allah, itulah orang2 Muslim. Maka orang muslim akan merugi dua kali jika Al-Quran sebagai kitab sucinya, tetapi dibiarkan begitu saja, tanpa berusaha untuk mendekatinya.

Sebagaimana layaknya hidangan yang menawarkan berbagai menu makanan, maka Al-Quran juga menawarkan berbagai macam nilai, yang dapat dipedomani dalam mengarungi kehidupan ini. Jika makanan yang sehat dan memenuhi standar gizi akan menyehatkan tubuh manusia, maka hidangan Allah ini akan menyehatkan rohani dan jasmani kita. Sebab dalam ruhani yang sehatat terdapat badan yang sehat. Sakitnya badan tidak serta merta menyebabkan sakitnya ruhani, tapi ruhani yg sakit akan menyebabkan tubuh kita akan sakit, bukan hanya itu, perkataan dan perbuatan kita juga ikut sakit.
Hidup dibawah naungan Al-Quran adalah kenikmatan yang maha tinggi, yang tidak akan bisa diketahui, kecuali bagi mereka yang merasakannya.Sebagai contohnya
“ yaitu kita tidak akan tahu bagaimana segarnya es krim seperti yabg dirasakan teman kita, jika kita sendiri tidak ikut mencicipinya,  meskipun kita sudah memegang bahkan sudah menciumnya. Namun tetap saja tidak bisa merasakan segarnya es krim itu.
Begitu juga dengan nikmatnya Al-Quran, kita tidak akan bisa merasakan betapa lezatnya hidup dibawah naungan Al-Quran, seperti yang dirasakan teman kita, jika kita tidak berusaha untuk mencicipinya seperti beliau. bukan sekedar dijadikan hiasan atau mas kawin, bahkan sering kali Al-Quran diperlakukan tidak sesuai dengan maksut penurunannya.

Bapak/ibu yang dimuliakan Allah swt.
Mari kita tinjau tujuan hidup manusia, setiap manusia pasti memiliki tujuan hidup yang                                             berbeda, misalnya kenapa saya harus bekerja?, kenapa saya harus melakukan ini dan itu?, kenapa seseorang harus sekolah yang tinggi?, dst. Yang tujuannya adalah untuk meraih rasa Aman dan bahagia.
Begitu berharganya rasa aman itu, misalnya sebuah mobil, semakin ia bisa menjamin rasa aman sekaligus nyaman pasti harganya akan mahal. Untuk mencapai rasa aman itu seseorang harus berkorban dan berusaha untuk meraihnya.
       Begitu juga dengan kebahagiaan, ia juga menjadi dambaan setiap umat manusia, apapun pekerjaannya, latar belakang pendidikannya, status sosialnya. Tidak ada satu manusiapun yang tidak ingin hidup bahagia. Seseorang harus harus bekerja keras, menabung, dan sekolah yang tinggi, yang tujuannya untuk mencapai kebahagiaan ini,  sehingga segala macam cara akan ditempuhnya..
Tapi bapak ibu semua, perlu kita sadari bahwa hidup kita di dunia hanya beberapa waktu saja, tapi yang sebenarnya /kekal ) adalah di Akhirat nanti

       Nah pertanyaanya kepada diri  kita masing masing, seberapa besar pengorbanan dan usaha kita untuk mencapai kebahagiaan untuk kehidupan akhirat yang kekal nanti.

Allah berfirman dalam surat Yunus 57-58

57.  Hai manusia, Sesungguhnya Telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman.
58.  Katakanlah: "Dengan kurnia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. kurnia Allah dan rahmat-Nya itu adalah lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan".

Dari firman diatas dapat kita gambaran tentang hubungan Al-Qur’an dengan kita, dilihat dari fungsi Al-Qur’an sendiri yaitu :


1. SEBAGAI PELAJARAN / PETUNJUK
 Allah berfirman 
Kitab[11] (Al Quran) Ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa[12],

9.  Sesungguhnya Al Quran Ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus dan memberi khabar gembira kepada orang-orang Mu'min yang mengerjakan amal saleh bahwa bagi mereka ada pahala yang besar,

2. SEBAGAI PENJELAS 

64.  Dan kami tidak menurunkan kepadamu Al-Kitab (Al Quran) ini, melainkan agar kamu dapat menjelaskan kepada mereka apa yang mereka perselisihkan itu dan menjadi petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman.

3. SEBAGAI PENGINGAT

2.  Ini adalah sebuah Kitab yang diturunkan kepadamu, Maka janganlah ada kesempitan di dalam dadamu karenanya, supaya kamu memberi peringatan dengan Kitab itu (kepada orang kafir), dan menjadi pelajaran bagi orang-orang yang beriman.

4. SEBAGAI PENYEMBUH
82.  Dan kami turunkan dari Al Quran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al Quran itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian.

Bapak/Ibu yg dimuliakan Allah swt, perlu kiranya fungsi Al-Qur’an diatas kita renungkan agar kita menjadi hamba Allah yg bertaqwa. Dan wajib hukumnya membaca, menpelajari dan mengamalkannya.

Adapun tingkat pengamalan Al-Qur’an itu adalah
-          Membaca  dengan baik dan jelas )
-          Mengerti   Terjemah/ Artinya )
-          Memahami Tafsirnya )
-          Mengkaji   Ilmunya )
-          Merumuskan ( Multi disiplin )
Adapun untuk mengkaji Al-Qur’an lebih jauh, beberapa disiplin ilmu penunjang haruslah dimiliki seperti : Mengusai bahasa Arab, ilmu nahu, sorof, balaghah, mantiq, usul fiqih danseterusnya.

Dari uraian diatas dengan jelas digambarkan bahwa tuntutan untuk mengamalkan Al-Quran bukan hanya kepada mereka yg sudah mengerti atau memahami, melainkan kepada semua lapisan umat. Tentunya dengan tingkat pengetahuan masing2. Semakin baik pengetahuan orang maka semakin membuka kemungkinan akan memperoleh hasil yg lebih baik.

Bapk/Ibu yg dimuliakan Allah swt
Dari uraian diatas maka haruslah timbul pertanyaan, dimana posisi kita?. Yang bisa menjawab adalah kjejujuran diri kita masing2. dan kejujuran itu juga yg dapat mengantar kita ke perubahan yg lebih baik. Amin…

Sementara sekian dulu yg dapat saya sampaikan, , kepada Allah saya mohon ampun dan kepada semua manusia dan semua ciptaan Allah saya minta maaf, semoga bermanfaat untuk saya yang menyampaikan dan juga kepada hadirin semua. Semoga Allah meridhoi kita Dunia sampai Akhirat AMIN…

Allahu’aglam

Wabillahi tafiq walhidayah assalamu’alaikum warhahmathullahi wabarakatuh..